Rinduku Ibu dan Ayah

#Puisi oleh Riki Gransev Rinduku Ibu dan Ayah Tiba wajahnya nampak dalam kenangan Tepat kala hening datang menghentakan waktu Kesadaran hanyut diantara saraf-saraf otaku Tentang wajah yang berbaur pekat kasih sayang Dialah ibu dan ayahku.   Ibu! Ayah! Tubuhmu telah lama dibalut Terpendam di perut bumi Berbaring berbajukan kafan Bagaimana kabar mu, Bu? Bagaimana kabar mu, Yah? Kau pasti sendiri ditemani sunyi.   Tetapi percayalah, Engkau tidak akan pernah sendiri…

Hening

#Puisi oleh Riki Gransev Hening Ku ingin hening Seperti pagi dibasahi embun Seperti malam diterangi bulan Mengalir seperti air   Ku ingin sekali hening Seperti sendu warna-warni kupu-kupu Seperti kicau burung pagi hari Berhembus seperti angin   Merinduk hening Setianya lumut hijau pada basahnya batu Setianya putih pada melati Setianya hijau pada daun   Ku menjelma hening Malam pada pekatnya Siang pada terangnya   Ku ingin hening. Karena aku manusia….

Tahajud Gerimis

#Puisi oleh Riki Gransev ¬†Tahajud Gerimis Kala gelap berhimpit dalam terang Merengut bulan¬† terrenggut cahayanya Hujan gerimis mengiris sepi dalam kehampaan Sosok wajah sekilas bimbang nampaknya   Di atap, di luar, gemercik gerimis membisikan gelap Diantara malam semakin larut Tubuh bermukena putih berseluruh dalam rasa Larut bersama roja pengharapan Pada Robnya dalam kedalaman sangat   Sementara malam itu, cahaya lilin terhalau Dan air mata berderai dalam kilau Tertiup selendang sutra…

Interval Rindu

#Puisi oleh Riki Gransev Dimanakah rindu tertambat?; Sementara hati mengigau menerka wajahnya Nian mewarna kasih pada semesta hati Padanya aku merindu. Kapankah gemulai lengan?; Mengelus melembutkan segala rasa Dari ujung rambut bertemu di ujung kaki Dian kasih yang tak kenal padam. Di batas titik kasih kutemukan Wajah yang tak asing di sanubari hati Melukiskan cinta di dinding jiwa Pada interval rindu, Oh ibu.