Sepasi Manusia

#Puisi Oleh : Riki, Alumni 1997. Tidakkah kau ingat sepasimu: Adalah binatang ternak Menuhankan perut dan nafsu Berqurbanlah! Jangan kau lupakan sepasimu: Adalah binatang buas Menuhankan keserakahan Memangsa segala, sekali pun itu batu karang Berqurbanlah! Jangan kau terlena sepasimu: Adalah syetan, membunuh dengan fitnah menebar dusta, bahkan pada saudaramu sendiri Berqurbanlah! Jangan kau nafikan sepasimu: Adalah rasa keangkuhan dan kesombongan yang nyata dalam kata sikap dan perbuatan Berkurbanlah! Kau adalah…

Ketika itu dan Suatu Ketika

#Puisi Oleh : Riki, Alumni 1997 Ketika itu berupa HIDUP Suatu ketika adalah MATI Ketika itu, suatu ketika akan menghampirimu Ketika itu, suatu ketika tidak diakhirkan Ketika itu, suatu ketika tidak diawalkan Ketika itu memandikan Suatu ketika dimandikan Ketika itu mengkafani Suatu ketika dikafani Ketika itu menshalatkan Suatu ketika dishalatkan Ketika itu memangku keranda Suatu ketika dikerandakan Ketika itu menguburkan Suatu ketika dikuburkan Dia, siapapun ketika itu…. Ibumu, bapakmu. Suamimu,…

Isra wal Mi’raj

#Puisi Oleh: Riki, Alumni 1997. Kuda, kuda, dan kuda Cahaya, cahaya berupa Buraq Pemakna kuasa Rabbularsy Menghampiri bumi menyentuh Sidratul Muntaha. Melesat meninggalkan bumi Sekejap cahaya kembali menyusuri serambi masjid Kala hening menyelimuti seluruh malam Mengantarkan sabda kebenaran Illahi Dalam ruku dan sujud Risalah itu disemai dalam tablig kerasulan Membawa perintah ketaatan. Bahagia manusia karena imannya Celaka manusia karena kufurnya Tentang buraq menjelma raka’at Sebagai syariat muslim mukallaf Magrib tiga…

Dunia Lain

#Cerpen Oleh Riki Gransev ”Apa yang kamu lakukan, Mas? Kau selalu menguping ke dinding tembok kamar dan berbicara sendiri.” teguran itu tiba-tiba datang dari arah pintu kamar. ”Sssut diam, ada suara di balik dinding kamar ini!” jawabnya dengan meletakan jari telunjuk tepat di depan bibirnya. ”Lagi-lagi suara, lagi-lagi suara. Tidak ada suara apa-apa disana, itu hanya suara serangga-serangga malam saja!  Kau benar-benar sudah gila.” ”Aku sudah muak melihat tingkahmu. Telingamu sudah…