Ponpes Al-Ikhlash Gelar Acara Penyuluhan Kesehatan dan Vaksinasi Bersama Bio Farma dan Republika

htmlAl-Ikhlash. Di awal tahun ajaran baru 2018-2019 Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash langsung dipadati dengan berbagai macam acara, mulai dari Upacara Apel Tahunan, Kuliah Umum tentang Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Babak I, II, dan III, Al-Ikhlash Cup, hingga tadi pagi Pondok Pesantren Modern A-Ikhlash bersama Republika dan Biofarma menggelar acara penyuluhan kesehatan dan vaksinisasi.

Acara yang bertujuan Membangun Imunitas Berkelanjutan  ini diadakan pada tanggal 28 Juli 2018, yang di hadiri langsung oleh Direktur SDM Biofarma Disril Revolin Putra, Head of Corporate Communications N. Nurlaela Arif  beserta tim medis dan rombongan dari Republika, didampingi oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Kyai H Dr M Tata Taufik, M.Ag, para Asatidz dan Ustadzaat dan seluruh siswa siswi TMI al-Ikhlash ikut serta menghadiri acara tersebut, yang bertempat digedung pertemuan An-Nur.

Acara dimulai dengan penampilan Angklung siswa kelas V TMI Al-Ikhlash, pembacaan ayat suci Al-Qur’an kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan Pondok serta dari direktur SDM Biofarma.

Dalam sambutannya, Bapak Pimpinan menyampaikan “Alhamdulillah ketika ada tawaran dari teman-teman Republika dan Biofarma ini, mau mengajari para santri tentang arti sehat dan bagaimana hidup sehat, ini sangat luarbiasa ini yang kita tunggu tunggu, kok datang sendiri, kalo bukan karna kehendak allah itu susah padahal masih banyak pesantren selain pondok Al-Ikhlash tapi temen-teman semua memilih pondok ini Alhamdulillah. Dan ini mudah mudahan para santri bisa belajar banyak dari pak direktur pak dokter dan tim biofarma, ini adalah anugrah, ini adalah rizki dari allah SWT bisa belajar arti kesehatan, dan mudah-mudahan kegiatan ini memberikan pendidikan hidup sehat bagi para santri”.
html
Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan pemberian vaksin flubio bagi para santri, santriwati, asatidz dan ustadzaat bagi yang beminat untuk divaksin. Namun santri yang awalnya merasa takut akan divaksin, justru malah sangat antusias sekali tanpa dipaksa para santri ingin merasakan divaksin.