The Next Leader adalah Santri Al-Ikhlash

Diambil dari amanat Pimpinan Pondok pada acara Apel Tahunan 2018

Rabu, 25 Juli 2018 / 12 Dzulqo’dah 1439 H

“Yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah membangun mental, pembangunan  mental bangsa. Kalianlah orang-orang yang siap untuk itu. Bangsa ini, umat ini memerlukan pemimpin yang baik, itu adalah kalian. Bangsa ini memerlukan pendidik yang baik, the next adalah masa kalian.dan begitu seterusnya.

Maka pesan saya pada kesempatan ini, yang penting adalah fokus. Bahasa pondoknya dalah Utruk maa siwa dars!. Lupakan hal-hal selain belajar, niatkan di pondok ini datang untuk belajar dengan sungguh-sungguh sesuai dengan harapan, sesuai dengan disiplin yang berlaku, sesuai dengan aturan yang berlaku insyallah kalian akan berhasil. Ke depannya kalian punya giliran untuk memimpin, untuk mendidik, untuk membina masyarakat, untuk menjaga agama Allah SWT supaya tidak sirna dari muka bumi ini. itu adalah masa depan-masa depan kalian.

Tugas kita semuanya, tugas kami sekarang adalah membina kalian, mewariskan att-turoots, mewariskan pusaka-pusaka yang baik, keimanan yang teguh, ketaqwaan yang kuat, ketulusan, semangat untuk berjuang, semangat untuk bekerja. Ini semuanya modal-modal yang diperlukan untuk generasinya nanti. Mungkin kalian akan menghadapi hal-hal yang berbeda dengan generasi-generasi kita. Maka kesiapan-kesiapan yang inti adalah mental yang kuat, yang tangguh, yang tidak mudah menyerah, itu yang kalian butuhkan. Semuanya dibingkai dalam kerangka keimanan, dalam kerangka lillahi ta’ala.

Kita berjuang untuk kepentingan Allah SWT. Allah tidak membutuhkan dukungan dari kita, Wallahu ghoniyyun ‘anil aalamin. Tapi…, perbuatan-perbuatan baik kita untuk sesama manusia oleh Allah dinilai sebagai perjuangan, sebagai perbuatan fii sabilillah. Karena Allah SWT memang menghendakai  kebaikan dari hamba-hambanya untuk berperan serta menjadi khalifah, mengayomi hamba-hamba-Nya di muka bumi ini. Itu saja anak-anakku sekalian, Siap untuk menjadi yang terbaik?  (siaapppp….!!!!) Alhamdulillah. Siap untuk belajar dengan sungguh-sungguh?(siaapp….!!!) Siap untuk berkarya? (Siaappp !) Siap untuk selalu serius, fokus dalam belajar?! (Siaappp!!!!) Alhamdulillahi robbil ‘alamin….

Kita menyaksikan janji kalian, mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan lahir dan batin kepada kita semua. Amin Ya robbal ‘alamin

Itu saja tidak cukup, “Idza ‘azamta fa tawakkal ‘alallah”. Kita sudah berjuang, kita sudah sungguh-sungguh, kita sudah fokus yang sisanya adalah menyerahkan kepada Allah, “Nufawwid umuurona ila Allaaah ta’ala”. Memohon kepada Allah bimbingan, memohon kepada Allah kekuatan, memohon kepada Allah kesuksesan, itu aturan mainnya. Orang tidak bisa sombong karena sudah menyiapkan segala sesuatunya sehingga sukses, tidak! Tapi tetap peran serta Allah harus dilibatkan. Allah harus selalu diminta perkenan-Nya, persetujuan-Nya, bantuan-Nya, itu rumus dalam kehidupan,

Allah SWT pernah menegur Rasulullah SAW ketika sudah merasa siap semuanya untuk maju pergi ke medan perang setelah bermusyawarah taktis dan lain sebagainya, diingatkan, kalau semua sudah bulat maka tawakkal ‘alallah. Setelah wa syawirhum fil amri, kalau sudah musyawarah semuanya, sudah kita rancang semuanya, maka sisanya tinggal tawakal kepada Allah, menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT in khoiron saufa Allaahu yusaa’iduna Amin ya Allah Amin ya robbal alamin. Mari kita berdoa