Alumni Pondok Al-Ikhlash Angkatan ke-20 Gelar Acara Pesantren Ramadhan dan Santunan Anak Yatim

htmlKuningan. Bulan suci Ramadhan, memberikan euphoria tersendiri di Indonesia maupun di penjuru dunia yang beragama Islam. Pada bulan ini semua umat muslim merayakanya dengan berbagai kegiatan seperti berkumpul bersama keluarga, berbagi makanan dll.

euphoria ramadhan ini pula terlihat di sebuah desa Bunigeulis Kecamatan Hantara, pasalnya Alumni al-Ikhlash angkatan 2015 menggelara cara kegiatan pesantren Ramadhan yang bertempat di Masjid al-Muttaqin.

Pada Hari Rabu tanggal 6 Juli 2015, alumni al-Ikhlash angkatan ke-20 melaksanakan pembukaan acara, yang dihadiri oleh aparatur desa serta Pengurus DKM Masjid al-Muttaqin. Rencananya acara kegiatan ini akan dilaksanakan selama 5 hari, yaitu dari hari Rabu hingga hari Minggu, dengan tema “Menebar Rahmah Menggapai Magfirah menuju Generasi Mardhotillah” yang bertujuan untung berbagi kebersamaan bersama anak-anak desa. Desa Hantara sekaligus merealisasikan ilmu yang telah di dapat.

Pak Keco selaku ketib yang mewakili kepala desa mengungkapkan “acara ini sangat bermanfaat sekali untuk mengisi kekosongan di bulan ramadhan, kami warga desa bunigeulis sangat senang dengan kegiatan ini yang kebetulan desa kami pada tahun ini mendapatkan gilirannya”

Sudirman selaku OC (Organizing Committee) mengatakan bahwa acara pesantren ramadhan adalah kegiatan rutin tahunan yang disenggalarakan oleh alumni 2015 yang mana pada awalnya kegiatan ini dilakukan dengan maksud menjaga silaturrahim antar alumni 2015 sekaligus di-isi dengan acara yang bermanfaat. Sudirman mengungkapkam “Alhamdulillah acara kegiatan saram ini sudah berjalan dengan rutin semenjak pertama kami lulus dari Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, hingga saat ini yang dilakukan di desa Buni Geulis kec. Hantara”

htmlHal senada juga juga disamoaikan oleh Adi Ahmad Khoerudin selaku alumni pondok pesantren modern Al-Ikhlash 2015, ia sangat senang menjadi bagian dari penyelengara kegiatan ini, disamping bisa bersilaturrahim dengan teman-teman juga bisa berbagi ilmu dengan generasi di bawah kita.

Dengan kegiatan ini diisi denga kegatan belajar mengajar, dan berbagai macam perlombaan, seperti lomba kreasi sholawat, ranking satu, do’a-doa dll. Lalu ditutup dengan santunan anak yatim-piatu serta buka bersama.

Mulyadi seorang warga bunigeulis mengungkapkan “Acara sanram yang akan berlangsung selama 5 hari ini mendapat sambutan baik dari masyarakat bunigeulis, pasalnya zaman sekarang jarang sekali anak muda yang ingin berbagi ilmunya dengan adik-adik kelasnya, apalagi bunigeulis merupakan desa yang jauh dari perkotaan,”pungkasnya.

Tak hanya itu, terlihat anak-anak yang mengikutinya pun begitu antusias dan senang mengikuti kegiatan ini karena di saana diajarkan berbagai pelajaran dengan metode yang mengasyikan bagi anak-anak.

htmlDisamping marhalah 20, ada juga sebagian adik kelas  yang ikut berpartisipasi dalam acara ini seperti fahmiyatul, Rini Marianidan Vivi dari angkatan 2018. Mereka di ajak ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, yang kebetulan sedang memiliki  waktu senggang.

Tentunya acara ini tidak akan terlaksana tanpa partisipasi serta dukungan dari berbagai pihak, terkhusus kepada para donatur. Semoga acara ini bisa berlanjut demi mewujudkan generasi yang lebih baik untuk ke depannya sesuai dengan tema kegiatan “Menebar Rahmah Menggapai Magfirah menuju Generasi Mardhotillah”.(ungkap Mahrus Ali dan Mutoharoh)

Oleh : Fauzy Nur Khalid