Pesan Pimpinan Pondok Pada Resepsi Khataman Kls VI TMI 2018

Pada tanggal 13 Mei 2018 PP Al-Ikhlash melahirkan angkatan ke 23, hal itu ditandai dengan resepsi khataman santri kelas VI yang siap untuk maju dan berkembang dengan semangat santri.

Ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang harus disyukuri, kalau bapa dan ibu merasa deg-degan saya juga merasakan hal yang sama. Karena di pondok itu ada yang berjuang untuk bertahan dan ada juga berjuang untuk mencari ilmu. Dan yang namanya bertahan betah di pondok itu berat. Menurut saya di pondok itu perjuangan yang luar biasa tidak semua orang bisa, empat atau enam tahun kita jauh terpisah dengan ibu dan bapa itu luar biasa sekali. Demikian disampaikan pimpinan pondok dalam nasehat dan pesannya.

Majlis Asatidzah Pada Resepsi Khataman 2018

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa kesyukuran kita banyak, pertama mungkin tidak sama, pengetahuannya tidak sama ilmu yang didapat tidak sama, pengalamannya juga tidak sama tapi semuanya sama–sama selesai, bagi kami keluarga pondok atau bagi saya pribadi semua tamatan TMI Al – Ikhlash di hadapan kami itu sama tidak ada ranking 1 juga tidak ada ranking 43. Karena semuanya sama–sama lulusan Al–Ikhlash punya derajat yang sama, punya hak yang sama, juga punya potensi untuk maju yang sama semuanya punya kemungkinan untuk maju. Tidak mustahil yang tadinya di pondoknya the best ketika di luar malah terkalahkan oleh yang tadinya di pondoknya biasa–biasa saja. Atau mungkin yang di pondoknya ranking terakhir ketika di luar mengalahkan yang rangkin satu, itu tidak mustahil, karena apa? karena kami menghargai. Maka di sini tidak ada yang namanya pembacaan wisuda seperti di tempat–tempat lain misalkan yang ranking satu dapat hadiah umrah, itu di sini tidak ada.

Kami lebih menghargai bahwa putra–putri kami itu sama, santri Al- Ikhlash, sama derajatnya sama-sama punya hak untuk dianggap sebagai santri, punya hak untuk berprestasi ke depan, amin!. Jadi tidak usah berpikiran mengapa anak saya ranking 1 tidak dapat hadiah karena bentuk hadiah kami adalah sebuah kebanggaan, dan melihat anak tamat sampai akhir kami sangat bangga dan sangat bersyukur. Walaupun mungkin ilmunya belum sama dengan teman–teman yang lain tapi itu tidak masalah karena ini adalah proses penyiapan diri dan untuk mencari ilmunya masih panjang ke depan. Di dalam angket tertulis bahwa yang siap melanjutkan ke perguruan tingginya itu sebanyak 38 orang atau sekitar 88,4 %, sedangkan yang memilih untuk bekerja itu sebanyak 9,3 %. Dan menurut saya ini adalah prestasi mereka siap belajar kembali, tapi ketika saya tanya yang pernah melanggar di pondok itu jawabannya 100 % jadi semuanya punya pengalaman sama dengan ketika ditanya “Apakah selama di pondok merasa belajar beribadah dengan baik?” itu jawabannya juga 100 %, artinya ada pekerjaan pondok di sini, kemudian ketika ditanya lagi “Apakah punya keyakinan bahwa lulusan Al–Ikhlash itu memilik kompetensi tersendiri? Dan mereka yang meyakini sebanyak 93%, yakin bahwa alumni Al- Ikhalsh punya kompetensi tersendiri. Ungkapnya lebih lanjut.