Pimpinan Pondok Hadiri Dialog Dengan Wakapolri di Batang

Pimpinan Pondok Modern Al-Ikhlash hadiri dialog dengan wakapolri di PP Tazaka Batang pada 17 April lalu. Dialog yang diselenggarakan bersama oleh PM Tazaka serta organisasi kepesantrenan seperti Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I), RMI NU, ITMAM Muhammadiyah, Forum Komunikasi Kiai-kiai Muda (FKKM) Jateng, Forum Pesantren Alumni Gontor (FPA), Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan ormas lainnya berlangsung selama sekitar satu jam lebih.

Dalam kesempatan itu Pimpinan Pondok Dr. M. Tata Taufik dalam kapasitasnya sebagai ketua P2I menyampaikan bahwa ada kendala persyaratan yang dihadapi alumni pesantren untuk memasuki Akpol dan Bintara, hal tersebut karena lulusan pesantren pada umumnya tidak memiliki sertifikat hasil UN yang menjadi salah satu  pesyaratan dalam pendaftaran. Untuk itu dimohon agar institusi kepolisian menyesuaikan persyaratan sesuai dengan dokumen yang dimiliki lulusan pesantren pada umumnya, jika serius mengharapkan input dari lulusan peantren.

Menjawab kenyataan tersebut wakapolri menyatakan akan menyesuaikan persyaratan pendaftaran yang bisa mengakomodir alumni pesantren.

Usai mengikuti dialog di Batang Pimpinan Pondok langsung menuju Jakarta untuk mengikuti rapat pembahasan RUU Pesantren yang lebih dikenal RUU LPKP yang saat ini sudah masuk Baleg DPR. Keesokan harinya 18 April dilanjutkan dengan penyampaian masukan-masukan dari Forum Pesantren Muadalah ke Fraksi inisiator RUU tersebut di Gedung Nusantara I.