Tahajud Gerimis

#Puisi oleh Riki Gransev  Tahajud Gerimis Kala gelap berhimpit dalam terang Merengut bulan  terrenggut cahayanya Hujan gerimis mengiris sepi dalam kehampaan Sosok wajah sekilas bimbang nampaknya   Di atap, di luar, gemercik gerimis membisikan gelap Diantara malam semakin larut Tubuh bermukena putih berseluruh dalam rasa Larut bersama roja pengharapan Pada Robnya dalam kedalaman sangat   Sementara malam itu, cahaya lilin terhalau Dan air mata berderai dalam kilau Tertiup selendang sutra…

Interval Rindu

#Puisi oleh Riki Gransev Dimanakah rindu tertambat?; Sementara hati mengigau menerka wajahnya Nian mewarna kasih pada semesta hati Padanya aku merindu. Kapankah gemulai lengan?; Mengelus melembutkan segala rasa Dari ujung rambut bertemu di ujung kaki Dian kasih yang tak kenal padam. Di batas titik kasih kutemukan Wajah yang tak asing di sanubari hati Melukiskan cinta di dinding jiwa Pada interval rindu, Oh ibu.

Dunia Lain

#Cerpen Oleh Riki Gransev ”Apa yang kamu lakukan, Mas? Kau selalu menguping ke dinding tembok kamar dan berbicara sendiri.” teguran itu tiba-tiba datang dari arah pintu kamar. ”Sssut diam, ada suara di balik dinding kamar ini!” jawabnya dengan meletakan jari telunjuk tepat di depan bibirnya. ”Lagi-lagi suara, lagi-lagi suara. Tidak ada suara apa-apa disana, itu hanya suara serangga-serangga malam saja!  Kau benar-benar sudah gila.” ”Aku sudah muak melihat tingkahmu. Telingamu sudah…

Guru Care

#Cerpen oleh Riki Gransev Hari itu Senin tanggal 17 Agustus 2015.  Meskipun hari diliburkan, namun guru dan murid tetap diwajibkan pergi ke sekolah untuk menghadiri upacara bendera. Nasionalisme, harapan yang barangkali bisa diambil dari kehadiran mereka. Prosesi upacara bendera sudah dimulai. Dia berada pada barisan para guru, posisinya bersebrangan arah dengan para siswa. Sama-sama berdiri, tetapi ada perbedaan. Siswa berdiri di lapangan terbuka menantang panas matahari, sementara Dia bersama para…