Memahami Arti Pemimpin

Disadur dari Wejangan Pimpinan Pondok Pada acara Pelantikan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern Al-Ikhlash

Ilmu yang sudah didapat ketika kalian menjadi pengurus itu akan terlihat ketika nanti kalian di luar, mujahadah kalian, kejujuran kalian, keberanian kalian itulah yang akan terbawa nanti ketika manggung di negri ini. Tapi yang pasti saya yakin semuanya ada pelajarannya, ada pengalamannya dan rasa senang atau susah ketika menjadi pengurus itu yang akan menjadi bekal nanti. Dan juga pasti kalian merasakan kekurangan ketika menjadi pengurus entah itu kurang serius dalam melaksanakan tugas ataupun yang lainnya maka inilah yang harus diperbaiki nanti.

Untuk pengurus baru tolong diterima amanat ini dengan baik ketika melaksanakan tugas jangan mudah putus asa, jangan mudah menyerah, jangan mudah kecewa juga jangan merasa terbebani, jalani saja dengan mengalir seperti air yang mengalir kemudian cari peluang–peluang, buatlah inovasi terbaru jangan sampai hanya meniru dari yang sudah– sudah seperti halnya teks sambutan. Kalian bisa berkreasi sebisa mungkin supaya terlatih maka kita harus tunjukan  “inilah saya!“.

Untuk organisasi itu dibtuhkan yang namanya penerus, dibutuhkan kader. Penerus itu harus siap, siap berarti menyiapkan diri dari segi ilmunnya juga. Jangan hanya Need Of Power, jadi jangan hanya besar keinginan untuk berkuasanya saja sedangkan ilmunya kecil atau bahkan tidak berilmu. Jadi kita tidak bisa untuk berleha–leha kita harus benar–benar mempersiapkan diri jika kita berleha–leha maka kita akan rugi. Mayoritas masyarakat sekarang hanya ingin berkuasanya saja dan ketika jadi seorang pemimpin di desanya dia tidak punya gagasan untuk mengembangkan perkembangan desanya. Menjadi seorang pemimpin itu harus punya gagasan, harus punya konsep yang bagus. Dan kalian di sini bisa belajar menjadi seorang pemimpin yang bagus yang mempunyai gagasan dan konsep yang juga bagus dengan ini kalian bisa berelatih berpikir yang bagus.

Yang namanya dalam organisasi itu ada rancangan atau planing kemudian baru dilaksanakan dengan tertib dan setelah itu ada yang namanya evaluasi.

Kemudian kalian harus bisa melakukan yang terbaik jangan setengah–setengah, doing your best!, jadi jika kamu bisa menulis khotnya bagus misalnya, silahkan kalian lakukan yang terbaik atau mungkin kalian bisa berpidato dengan baik silahkan kalian berpidato sebaik mungkin, karena nanti akan terlihat kualitas terbaik kalian.

Kalau kalian ingin banyak gagasan, kalian harus rajn baca buku karena orang yang banyak baca buku itu pasti banyak gagasan karena ketika kita membaca buku berarti kita sedang berdialog dengan para ulama. Kalian ini adalah calon pemimpin dan ini adalah zaman kalian maka inilah saatnya kalian memimpin, mengatrur, berbicara, dari sini juga kita harus perbaiki kekurangan kita.

Jadi tanamkan pada diri kalian bahwa kalian bisa melakukan yang terbaik, belajar menjadi yang terbaik karena sebesar kesadaranmu sebesar itu pula yang kamu dapat. Dan ingat sebenarnya kalian di sini sedang meletakan pondasi masa depan kamu, maka berbaik– baiklah dan bersungguh–sungguhlah. Kita juga harus punya rasa memiliki dan kalau kita mempunyai rasa memelihara itu berarti kita sudah luar biasa. Perlu kita ingat “Bisa melakukan kebaikan yang sulit dilakukan oleh orang lain itu adalah luar biasa “.  Kalian harus bisa memelihara tradisi-tradisi yang baik dari pengurus lama, jangan sampai setelah dilantik malah melakukan pelnggaran padahal sudah berjanji.

Menjadi pengurus atau pembimbing berarti kalian sudah harus ikut bertanggungjawab dalam menegakkan pendidikan di pondok ini, jadi tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Tidak hanya itu kalian juga harus bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi adik–adik kalian agar mereka bisa mempunyai figur yang ingin mereka ikuti. Kita ini sebenarnya bisa memimpin dunia maka kita harus bisa menunjukan bahwa kita ini bisa, kita buktikan. Agar kita bisa menjadi suri tauladan yang baik itu kita cukup menghargai perjuangan kita sendiri jadi kita akan merasa rugi kalau seandainya kita melakukan tindakan yang indisipliner.