Belajar Memimpin Indonesia

Disadur dari Sambutan Pimpinan Pondok pada Pembukaan Musyawarah Besar Organisasi Pelajar Pondok Modern Al-Ikhlash

Adalah tidak mudah untuk mencapai tujuan bersama tanpa adanya keterlibatan semua pihak yang menghendaki pencapaian suatu tujuan yang diinginkan. Semuanya ini memerlukan pemimpin, memerlukan bagian–bagian yang mengurusi bagian tertentu dan memerlukan kerja sama dari pihak yang terlibat didalamnya. Kalau saja suatu tujuan bisa dicapai dengan sendirian itu mungkin suatu tujuan yang sifatnya individual, tapi kalau tujuan yang sifatnya kolektif atau bersama itu tidak bisa dicapai dengan sendirian melainkan dengan adanya kerja sama, untuk itu dibentuklah suatu organisasi.

Umat islam saat ini, akhir-akhir ini sedang belajar berorganisasi. Kalau mau merujuk organisasi Islam pertama  itu sebenarnya didirikan oleh Muhammadiyah pada tahun 1912, kemudian kalau Nahdlatul Ulama itu didirikan pada tahun 1926 jadi setelah berdirinya Muhammadiyah baru NU lahir. Dan kenapa mereka mendirikan organisasi? karena organisasi merupakan bentuk usaha bersama dan juga pada saat itu banyak persoalan yang dihadapi umat seperti penjajahan, kebodohan dan lain sebagainya. Maka tidak heran kalau Muhammadiyah misalnya mencanangkan pendidikan sebagai medan dakwahnya.

Model bermanfaatnya pengetahuan itu banyak, diantaranya ada yang memiliki ilmu dan mangamalkannya sehingga orang lain melihatnya baik dan patut dicontoh. Ada yang dengan  mangambil media belajar-mengajar sebagai sarana untuk mengamalkan ilmu, dan itu semua adalah salah satu contoh saja. Dan kita, yang namanya di masyarakat itu pasti dibutuhkan keorganisasian, kita lihat ada organisasi pemerintahan desa, dan ini bertujuan untuk memudahkan langkah–langkah pembangunan di desa.

Kemudian di desa juga ada organisasi kepemudaan yaitu Karang Taruna  yang mulai dibentuk pada tahun 80-an dan itu merupakan wadah untuk para generasi muda, tapi yang namanya organisasi di desa terkadang bentuk pelaksanaanya kurang begitu serius dan ini terjadi karena kurangnya kesadaran berorganisasi, karena kurangnya kemampuan mengorganisasikan orang banyak, karena tidak siapnya untuk berbeda paham dengan orang lain, karena mudah  kecewa, dan begitu seterusnya sehingga berbagai macam fasilitas keorganisasian itu tidak bisa berjalan walaupun itu diarahkan sedemikian rupa oleh pemerintah.

Ada organisasi masjid yang berjalan dengan baik sehingga masjid itu kaya dan mammpu memberikan beasiswa kepada anak–anak, bisa memmberikan sumbangan kepada fakir miskin, ada juga organisasi masjid yang tidak baik serhingga miskin, dan ini tergantung kepada trust atau kepercayaan masyarakat kepada organisasi tersebut. Kita lihat sering kali hanya untuk menjadi DKM saja masih tidak siap masih saling menjelekan dan ini berarti dia tidak siap untuk bekerja sama.

Di pondok Al-Ikhlash ini kita adakan pendidikan organisasi, kita buat organisasinya Organisasi Pelajar Pondok Modern Al-Ikhlash (OPPMA). Tujuannya adalah untuk belajar hidup di masyarakat, belajar mengatur, belajar memimipin, belajar mengurus dan belajar menjadi anggota yang baik, agar kalian terbiasa dan paham bahwa sebuah organisasi itu memerlukan musyawarah untuk menentukan tujuan yang akan dicapai. Yang namanya organisasi itu memerlukan pemimpin yang baik, memerlukan keterbukaan dan kepercayaan sehingga semua anggota organisasi percaya dan kalau sudah dipercaya maka semua kegiatan dan gerak biasa berjalan dengan baik.

Di pondok ini mari kita coba untuk berlatih, kita belajar berorganisasi dengan baik, serius dan kita belajar dengan instrument yang sesungguhnya dan di pondok Al-Ikhlash ini Organisasi Pelajar Pondok Modern itu adalah instrumennya. Maka kita harus sungguh– sungguh. Artinya kalau kita keliru ataupun salah maka itu akan berakibat tidak baik terhadap keseluruhan dan yang melakukan kekeliruan atau kesalahan harus bertanggungjawab, yang memegang uang kemudian uangnya hilang ya harus bertanggung jawab. Ini semua bertujuan untuk membangun mental dan tradisi organisasi yang baik kalau kalian sudah terbisa menjadi organisator yang baik di pindok ini maka di luar kelak insyaallah akan ada peluang untuk kamu bisa mejadi pemimpin organisasi yang baik.

Kita disini adalah miniatur masyarakat dan kita juga miniatur kebinekaan karena santrinya berasal dari berbagai daerah dan pastinya dengan latar belakang yang berbeda dan dengan tradisi yang berbeda maka kita belajar untuk bersama. Sama-sama maju untuk menyiapkan diri, untuk sama–sama tolabul ilmi dari berbagai macam latar belakang yang berbeda itu. Coba kita bayangkan kalau kita bisa memimpin organisasi di pondok ini dengan baik tanpa kita sadari bahwa kita sudah belajar memimpin Indonesia karena anggota organisasinya berasal dari berbagai daerah, jadi kita belajar untuk bermasyarakat sangat penting, umat ini bukan hanya harus disiapkan ilmunya, bukan hanya harus dibina agamanya tapi juga harus disiapkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.

Dan di pondok ini adalah tempat yang baik untuk menyiapkan seorang pemimpin yang baik. Untuk mencapai itu semua perlu yang namanya kesepakatan, dan kesepakatan– kesepakatan itu di buat dalam bentuk program dan program ini harus mempunyai target. Contoh kesepakatan yang ada di dalam organisasi pelajar pondok ini adalah adanya bagian penggerak bahasa memberikan sanksi kepada santri yang berbicara dengan selain Bahasa Arab dan Bahasa Inggris karena sebelumnya telah ada kesepakatan bersama, dan targetnya adalah lulus dari pondok bisa bicara Bahasa Arab dan Inggris. Dengan ini fungsi bagian penggerak bahasa adalah mengevaluasi kesepakat kita. Dan kesepakatan kita di pondok ini adalah menjadi santri yang siap menyongsong masa depan, siap memimpin, siap juga untuk dipimpin. Jadi tujuan berorganisasi adalah untuk mencapai tujuan bersama dan tujuan kita di sini sama yaitu untuk tolabul ilmi jadi semua organisasi kita harus bermuara pada pancapaian belajar atau tolabul ilmi yang maksimal.