Pimpinan Pondok Sampaikan Sambutan pada Launching P2I

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash KH. Dr. M. Tata Taufik, M.Ag hadiri acara Launching Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) dan Seminar Nasional bertemakan “Pesantren Sebagai Benteng NKRI dan Pengawal Moral Pancasila.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, Irjen Pol Drs. H. ARKIAN LUBIS, SH Jabatan Kakorbinmas Baharkam Polri, Ketua UKP PIP Dr. Yudi Latif, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal beserta pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang berlangsung pada Ahad 7 Januari 2018 di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta tersebut dalam rangka peresmian dan pengukuhan pengurus Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I). Acara dibuka dengan sambutan yang hangat dari KH. Drs. Musthofa Hadi Chirzin.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern A-Ikhlash sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I), KH. Dr. M Tata Taufik, M.Ag menyampaikan sambutan. Beliau mengatakan:

“Puji Syukur kepada Allah Swt kami tidak membayangkan bahwa ini akan terjadi sebagaimana kami juga tidak pernah membayangkan untuk memijakkan kaki di podium ini, karena sudah ada yang memilkinya. Orang pesantren tahu dari mana harus memulai. Kita memulai dari ‘Min ‘alamati najhi fi-n-nihayah wa ruju’ ilallahi ta’ala fi-l-bidayah’ , tapi saya tambah ‘wa nabda min darinnajah.’ yang artinya, untuk bisa sukses kita mulai dengan niat yang ikhlas, maka ujungnya pasti sukses, lebih-lebih dimulai dari kampung kesuksesan.”

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua UKP PIP,Dr. Yudi Latif. Dalam sambutannya beliau berkata: “Menjadi muslim ya pancasilais, menjadi pancasilais itu menjadi muslim benar juga. Jadi kita bisa menjadi seratus persen Muslim seratus persen pancasila”.

Irjen Pol Drs. H. Arkian Lubis, SH selaku Kakorbinmas Baharkam Polri juga memberikan sambutnnya dalam acara ini. Beliau sangat mengapresiasi dan mendukung dibentuknya Perhimpunan Pengasuh Pesantren ini. Karena pastinya dalam pembentukan tersebut memiliki visi dan misi yang erat kaitannya dengan tantangan yang ada tentang isu-isu nasional saat ini.

Sambutan dari Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin juga mengisi rentetan acara ini. Beliau mengatakan:

“Saya tidak hanya sekedar hadir, tapi sekaligus juga ikut bersyukur karena hari ini akan ada Peluncuran Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia. Karena ini akan sangat bermanfaat bagi Indonesia khususnya Pesantren se-Indonesia. Dalam kesempatan yang baik ini tentunya, saya akan menyampaikan dua atau tiga hal. Bahwa Eksistensi keberadaan pesantren ini tidak bisa dilepaskan dengan konteks kita ini, Indonesia. Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang ada jauh sebelum sekolah-sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia lahir. Dan setiap Pondok Pesantren umumnya diawali dengan didirikannya Masjid. Dan yang menjadi sentral umumnya adalah Masjid. Dan pesantren tidak hanya sekedar membangun madrasah-madrasah tetapi juga perguruan tinggi. Dan ini khas Indonesia kita tidak dapat menemukan di negara lain. Dan ujung dari perkembangan pesantren adalah Perguruan Tinggi sebagai institusi yang mendalami ilmu-ilmu agama yang biasa disebut Jami’ah. Jami’ah tidak hanya bermakna yang mengumpulan, menggambukngkan, mensinergikan, menghimpun santri-santri dari berbagai penjuru indonesia. Tetapi juga menghimpun nilai-nilai yang agama dan nasionalisme. Ada kalangan ulama yang memahami nilai-nilai agama menggabungkan sesuai dengan teks dari Hadist. Dan ada juga kalangan ulama yang memahami nilai-nilai keagamaan dengan pandangannya atau biasa disebut ahlu Ro’yi. Tentunya masing-masing mempunyai kelebihannya masing-masing. Namun hal inilah yang biasanya dibenturkan oleh kalangan-kalangan yang sengaja ingin membenturkan pendapat mereka. Namun, Ulama Indonesia dapat menggabungkan dan mensinergikan dua pendapat ini dan menjadikan warisan para pendahulu kita dengan segala kerendah hatinya dan segala ke arifannya. Bukan untuk diperhadangkan, sekali lagi dalam konteks Indonesia, pesantren telah memberikan banyak pengaruh terhadap kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Karena hanya di wilayah yang damai dan aman saja lah, di tempat yang tidak ada konflik sajalah niali-nilai ke Islaman dapat ditegakkan. Jadi adanya tanah air ini yang senantiasa damai ini, yang terdapat di dalamnya 28.932 pesantren se-Indonesia menurut catatan Kementrian Agama, dapat menegakkan nilai-nilai keislaman. Oleh karenanya melalui P2I hal-hal seperti ini dapat terus di kembangkan dan dimajukan. Terutama untuk umat islam di Indonesia dan juga Dunia.”

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Kyai Hasan Abdullah Sahal yang juga hadir pada acara tersebut berkesempatan memberikan wejangan atau nasehatnya kepada seluruh peserta yang hadir.