Sisi Lain Memaknai Maulid Nabi

Makna maulid Nabi Muhammad SAW penting untuk dikaji, kata maulid berarti milad atau hari lahir. Peringatan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW telah berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat islam, ada berbagai cara untuk memperingati maulid Nabi, setiap masyarakat mempunyai cara untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dan semuanya itu baik. Peringatan maulid Nabi Muhammad dapat membangkitkan semangat, karena kita dapat mengetahui bagaimana perjuangan Rasulullah SAW saat menyebarkan agama islam.

Kita dapat memperingati maulid Nabi dengan mengikuti ataupun mencontoh sikap – sikap Rasul, atau kita bersholawat kepada Nabi:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikt-Nya bersholawat kepada Nabi…” Allah SWT bersholawat kepada Nabi, namun berupa rahmat, para malaikat bersholawat kepada Nabi sholawatnya berbentuk do’a dan istighfar (memohonkan maupun kepada Allah untuk Nabi), kita bersholawat kepada Nabi berarti kita mendoakan Nabi dan berarti kita bersyukur atau berterimakasih kepada Nabi, berterima kasih atas apa ? tentunya atas semua perjuangan beliau saat menyebarkan Agama Islam.

Dianatar cara bershalawat seperti yang diriwayatkan Musa bin Thalhah dalam hadits berikut:

أتى رجل النبي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم، فقال: سمعت الله يقول (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ …) الآية، فكيف الصلاة عليك؟ فقال: ” قلِ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ، وَبَارك عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمد، كَمَا بَارَكتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنكَ حَمِيد مَجِيدٌ”.

Suatu saat datang seseorang kepada Nabi SAW dan berkata: aku mendengar Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi….lalu bagaimana bersholawat kepadamu? Maka Nabi menjawab: katakanlah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ، وَبَارك عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمد، كَمَا بَارَكتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنكَ حَمِيد مَجِيدٌ

 

Tujuan memperingati maulid sendiri yaitu untuk mengikuti perjuangannya, kegigihannya, serta kesabarannya, yang apabila kita dapat menerapkan semua sikap tersebut maka kita akan menjadi orang yang baik. Apa ciri-ciri orang baik itu? Ciri-ciri orang baik itu apabila berbuat sesuatu tidak merugikan orang lain, maka dari itu hendaknya kita membiasakan hidup dengan sikap-sikap yang terpuji agar tidak merugikan orang lain. Bagaimana dengan akhlak Rasulullah? maka jawabannya adalah  “كان خلوقه القران”   dari sinilah kita dapat mempelajari sikap tersebut untuk membentuk karakter yang baik.

Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW kita kembali ke belakang mengingat dan mempelajari perjalanan hidupnya, bagaimana beliau masa mudanya? Bagaimana perkembangan kepribadiannya pada masa sebelum kenabian dan bagaimana perjuangannya setelah beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah SWT.

Seperti yang diketahui bahwa pada masa muda beliau senantiasa berbuat baik dan terhindar dari  perbuatan yang tercela, terhindar juga dari tradisi hidup yang penuh kesia-siaan yang menjadi kebiasaan teman-teman seusianya. Perkembangan berikutnya menjelang dewasa beliau dikenal bersikap jujur, gigih dan cerdas serta sederet sifat positif lainnya, sehingga beliau dijuluki الأمين yang terpercaya. Gelar inilah yang kemudian menjadi modal dalam bermasyarakat hingga pada usia 35 tahun beliau dipercaya untuk menjadi mediator dalam penyelesaian konflik para pemuka Quraisy dalam meletakkan hajar aswad saat renovasi Ka’bah. Yang bisa diterima oleh semua pihak.

Kejadian ini jika dinisbahkan pada proses kehidupan kita, mungkin bisa disebut suatu proses perkembangan kepribadian dan aktualisasi diri, masa belia diisi dengan belajar dan beribadah yang baik, sampai mendapat gelar s1, s2, s3 atau lainnya yang memungkinkan kita mendapatkan kepercayaan publik sehingga bisa mengarahkan dan memimpin masyarakat ke arah yang lebih baik. Ini saat internalisasi nilai-nilai dan karakter terpuji seperti kejujuran, kepercayaan, semangat menyampaikan kebenaran dan kecerdasan. Suatu proses kehidupan yang aktif mengembangkan kepribadian mulia.

Maka pada pase berikutnya setelah kepercayaan diraih ada tugas besar yang harus dilaksanakan yaitu membangun masyarakat, meluruskan keyakinan dan kepercayaan yang keliru (membina tauhid), mengoreksi prilaku masyarakat yang  salah tercela, serta mengarahkan kepada pola kehidupan yang teratur dan bermartabat.

Kalau Rasulullah pada usia 4o tahun mendapat tugas sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT. Maka kita sebagai manusia biasa mendapat tugas untuk mewarisi tugas-tugas beliau dalam berdakwah dan membina masyarakat, dalam mengajarkan pengetahuan dan agama, tentu saja bekalnya sama yaitu ilmu dan pengetahuan. Rasulullah dibekali wahyu untuk disampaikan kepada masyarakat, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu (mempelajari ajaran yang dibawa Rasulullah kepada kita) sehingga ilmu itu bisa disampaikan kepada khalayak banyak, dan mampu menawarkan perubahan kepada kehidupan yang lebih harmonis dalam naungan hidayah Allah SWT.

Maka dengan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW diharapkan kita bisa meneladani beliau dari sudut perjalanan kehidupan beliau –sebatas kemampuan kita sebagai manusia biasa— bagi yang masih beliau dengan jalan belajar yang baik serta membina diri dan membekali diri dengan kepribadian yang baik. Setelah dewasa tentunya akan mendapat kan gelar (status sosial) yang baik juga di masyarakat karena kepribadian dan keilmuannya, sehingga bisa memainkan peran sebagai guru, pembina dan pengarah kehidupan yang lebih bermakna bagi masyarakatnya tentu saja dengan tanpa harus mengaku-ngaku sebagai Nabi.

Dari sini mari kita menyelaraskan kehidupan kita dengan kehidupan Rasulullah SAW  لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة  tidak dipungkiri manusia termasuk saya dan anda membutuhkan panutan, teladan dan contoh untuk ditiru, maka jadikanlah akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW sebagai teladan buat kita semuanya. (dari ceramah pimpinan pondok Dr. M. Tata Taufik pada peringatan maulid 29 Nopember 2017)